BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah.
Era baru
dalam dunia pendidikan, yaitu diperkenalkannya reformasi pendidikan yang
berkaitan erat dengan sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia
pendidikan. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha
menggunakan perangkat komputer yang dapat diaplikasikan sebagai sarana
komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan. Informasi merupakan satu-satunya sumber yang
dibutuhkan seorang pimpinan lembaga pendidikan. Informasi dapat diolah dari
sumber lain yang dipengaruhi oleh organisasi yang sangat kompleks dan perangkat
komputer yang dimiliki. Informasi dapat memperkuat kineija lembaga pendidikan,
layaknya kinerja usaha lembaga bisnis. Informasi yang diolah dengan menggunakan
komputer dapat digunakan oleh seorang pimpinan organisasi atau perseorangan
dengan keahlian yang dimiliki sebagai sarana komunikasi dan pemecahan masalah,
serta informasi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan.
Informasi dapat digali melalui sumber-sumber yang tersedia, seperti sumber daya
manusia, material, alat, biaya yang dibutuhkan, serta data yang akan diolah.
Ledakan
informasi saat ini menimbulkan dampak yang sangat kuat terhadap kompleksitas
manajemen pada umumnya khususnya manajemen pendidikan. Pimpinan sebuah lembaga
pendidikan pada dasarnya adalah pengolah informasi. Seorang pimpinan harus
memiliki kapabilitas untuk memperoleh, menyimpan,mengolah, mengambil kembali,
serta menyajikan informasi sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan
bidang pendidikan yang dapat dipertanggung jawabkan secara moral.
BAB II
A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENDIDIKAN
Sebelum
membahas mengenai pengertian sistem informasi pendidikan secara utuh, terlebih
dahulu akan dikemukakan pengertian sistem, informasi, dan pendidikan yang
dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
1. Sistem
a. Sistem adalah seperangkat unsur yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu
(Ludwig, 1991).
b. Sistem adalah setiap kesatuan secara
konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian yang saling mempengaruhi
(L. Ackof, 1997).
c. William A. Shorde (1995) dalam
bukunya Organization and Management menyebutkan ada sekitar enam ciri sebuah
sistem, yaitu perilaku berdasarkan tujuan tertentu, keseluruhan, keterbukaan,
terjadi transformasi, terjadi korelasi, memiliki mekanisme kontrol artinya
terdapat kekuatan yang mempersatukan dan mempertahankan sistem yang
bersangkutan.
2. Informasi
2. Informasi
Informasi menurut Budi Sutedjo (2002: 168) merupakan
hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi
bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan
dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada. Informasi, yaitu sebuah
pernyataan yang menjelaskan suatu peristiwa (suatu objek atau konsep) sehingga
manusia dapat membedakan sesuatu dengan yang lainnya (Samuel Elion, 1992).
Informasi merupakan kumpulan data yang telah diolah, baik bersifat kualitatif
maupun kuantitatif dan memiliki arti lebih luas.
Secara umum dikatakan bahwa manajemen merupakan proses
yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya (George R.
Terry,1997).
Definisi lain menyatakan bahwa manajemen merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan antar
anggota organisasi dengan menggunakan seluruh sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner AF, 1998).
Sumber informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer
atau pimpinan lembaga pendidikan yang menduduki posisi paling atas cenderung
lebih banyak dari luar organisasi/lembaga pendidikan tersebut. Semakin rendah
tingkat manajerial seseorang maka lebih banyak dibutuhkan sumber informasi dari
internal organisasi atau lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dengan demikian,
pimpinan lembaga pendidikan yang menduduki posisi top manajemen semakin banyak
untuk mencari sumber informasi dari eksternal organisasi. Hal ini diperlukan
untuk pengembangan organisasi, komparasi dengan lembaga pendidikan yang ada,
mencari strategi baru untuk inovasi demi peningkatan kapabilitas organisasi.
Dengan demikian, lembaga pendidikan yang dipimpinnya memiliki daya saing yang
tinggi untuk mempertahankan eksistensi di masa mendatang.
Adapun bentuk informasi yang dibutuhkan oleh seorang
pimpinan lembaga pendidikan yang menduduki posisi paling atas (manajemen
tingkat atas) cenderung bentuk informasi yang diterima lebih singkat karena
kemampuan pimpinan pada posisi top manajemen diharapkan memiliki kemampuan
tinggi dalam menterjemahkan bentuk informasi yang berasal dari eksternal maupun
internal lembaga pendidikan tersebut. Misalnya bentuk penyampaian informasi
antar pimpinan cukup membuatkan disposisi. Semakin rendah posisi manajerial
seseorang, bentuk informasi terus lebih terperinci karena kemampuan
menerjemahkan informasi manajemen tingkat menengah maupun tingkat bawah lebih
ke arah operasional lembaia pendidikan tersebut sehingga bentuk informasi harus
lebih jelas dan detail misalnya instruksi atau pemberitahuan kepada para
karyawan.
4. Pendidikan
Para ahli sama-sama mengarah pada suatu tujuan
tertentu tetapi mereka masih belum seragam dalam mendefinisikan istilah
pendidikan Driyarkara (1980) mengatakan bahwa pendidikan itu adalah
memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf mendidik.
Dalam Good, Carter v (1959) dinyatakan bahwa
pendidikan adalah (I) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan
tingkah laku lainnya dalarn masyarakat tempat mereka hidup (2) proses sosial
yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih
dan terkontrol(khususnya yang datang dari sekolah) sehingga mereka dapat
memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal.
Pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan atas individu untuk menghasilkan
pembahan-perubahan yang sifatnya permanen dalam tingkah laku, pikiran dan
sikapnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989),
pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan
(proses, perbuatan dan cara mendidik).
Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab I
Pasal 1 ayat (1) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa, dan Negara Crow and crow (1960
Modern educational theory and practise not only are aimed at preparation for
future living but also are operative in determining the patern of present, day
by-day attitude and behavior. Berdasarkan pengertian tersebut maka pendidikan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Pendidikan mengandung tujuan, yaitu
kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup.
2. Untuk mencapai tujuan tersebut,
pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi,
dan teknik penilaian yang sesuai.
3. Kegiatan pendidikan dilakukan dalam
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan non formal).
Oleh karena itu, menurut
Sihombing (2002: 10) pendidikan mengandung pokok-pokok penting sebagai berikut:
1. Pendidikan adalah proses
pembelajaran.
2. Pendidikan adalah proses sosial.
3. Pendidikan adalah proses memanusiakan
manusia.
4. Pendidikan berusaha mengubah atau
mengembangkan kemampuan, sikap, dan perilaku positif
5. Pendidikan merupakan perbuatan atau
kegiatan sadar.
6. Pendidikan memiliki dampak pada
lingkungan.
7. Pendidikan berkaitan dengan cara
mendidik.
8. Pendidikan tidak berfokus pada
pendidikan formal.
Secara total bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang memiliki kegiatan cukup kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu sama lain. Jika menginginkan pendidikan terlaksana secara teratur, berbagai elemen (komponen) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenali terlebih dahulu. Untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu sistem yang dapat dilihat secara mikro dan makro. Secara mikro pendidikan dapat dilihat dari hubungan elemen peserta didik, pendidik, dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan.
Secara total bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang memiliki kegiatan cukup kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu sama lain. Jika menginginkan pendidikan terlaksana secara teratur, berbagai elemen (komponen) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenali terlebih dahulu. Untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu sistem yang dapat dilihat secara mikro dan makro. Secara mikro pendidikan dapat dilihat dari hubungan elemen peserta didik, pendidik, dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan.
B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN
Setelah membahas mengenai sistem informasi manajemen
pendidikan secara parsial kemudian akan dikemukakan beberapa sistem informasi
manajemen secara umum menurut beberapa ahli berikut : Gordon B. Davis, 1995
bahwa sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang
terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen,
dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Soetedjo Moeljodihardjo, 1992, sistem informasi
manajemen yaitu suatu metode yang menghasilkan informasi yang tepat waktu
(timely) bagi manajemen tentang lingkungan ekstemal dan operasi internal sebuah
organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam rangka
memperbaiki perencanaan dan pengendalian. Komarudin,1997, sistem informasi
manajemen adalah suatu sistem informal yang memungkinkan pimpinan organisasi
mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk digunakan
dalam proses pengambilan keputusan.
Robert W Holmes, 1992, sistem informasi manajemen adalah sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktivitas organisasi yang dirancang dalam kerangka kerja yang menitik beratkan pada perencanaan keuntungan, perencanaan penampilan, dan pengawasan pada semua tahap.
Robert W Holmes, 1992, sistem informasi manajemen adalah sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktivitas organisasi yang dirancang dalam kerangka kerja yang menitik beratkan pada perencanaan keuntungan, perencanaan penampilan, dan pengawasan pada semua tahap.
Roberl G. Murdick,1995, sistem informasi manajemen
adalah proses komunikasi di mana input direkam, disimpan, dan diambil kembali
untuk menyajikan keputusan yang berbentuk output mengenai perencanaan,
pengoperasian, dan pengendalian
Joseph F Kelly, 1990, sistem informasi manajemen merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang berlandaskan komputer yang menghasilkan kumpulan penyimpanan, perolehan kembali, komunikasi, dan penggunaan dan untuk tujuan operasi manajemen yang efisien dan bagi perencanaan bisnis.
Raymond McLeod, Jr, 2003 sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem berbasis computer yang menyediakan informasi untuk kebutuhan bagi pemakainya.
Joseph F Kelly, 1990, sistem informasi manajemen merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang berlandaskan komputer yang menghasilkan kumpulan penyimpanan, perolehan kembali, komunikasi, dan penggunaan dan untuk tujuan operasi manajemen yang efisien dan bagi perencanaan bisnis.
Raymond McLeod, Jr, 2003 sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem berbasis computer yang menyediakan informasi untuk kebutuhan bagi pemakainya.
James A.F. Stoner, 1992, sistem informasi manajemen
adalah metode yang formal yang menyediakan bagi pihak manajemen sebuah
informasi yang tepat waktu, dapat dipercaya, untuk mendukung proses pengambilan
keputusan bagi perencanaan, pengawasan, dan fungsi oprasi sebuah organisasi
yang lebih efektif.
Dengan demikian sistem informasi manajemen pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.
Dengan demikian sistem informasi manajemen pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.
Pengertian lain sistem informasi manajemen pendidikan
adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung
pengambilan keputusan dalam rangka mendukung pengambilan keputusan bidang
pendidikan
Untuk menerapkan sistem informasi manajemen pendidikan yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya yang dimiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti komputer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat komputer yang sudah semakin canggih. Di pihak informasi yang disajikan oleh sistem informasi manajemen pendidikan dapat diharapkan nantinya akan memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan seperti informasi kebutuhan tenaga pendidikan, informasi jumlah lembaga pendidikan mulai tingat dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Sistem informasi manajemen pendidikan diharapkan sangat bermafaat tidak hanya bagi para pengambilan keputusan bidang pendidikan tapi berguna bagi masyarakat sebagai salah satu sub sistem dan control society terutma dalam proses operasional lembaga pendidikan dan penyajian kualitas jasa pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan.
Untuk menerapkan sistem informasi manajemen pendidikan yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya yang dimiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti komputer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat komputer yang sudah semakin canggih. Di pihak informasi yang disajikan oleh sistem informasi manajemen pendidikan dapat diharapkan nantinya akan memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan seperti informasi kebutuhan tenaga pendidikan, informasi jumlah lembaga pendidikan mulai tingat dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Sistem informasi manajemen pendidikan diharapkan sangat bermafaat tidak hanya bagi para pengambilan keputusan bidang pendidikan tapi berguna bagi masyarakat sebagai salah satu sub sistem dan control society terutma dalam proses operasional lembaga pendidikan dan penyajian kualitas jasa pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan.
C. MANAJEMEN
SYSTEM INFORMASI YANG BERKUALITAS
Manajemen system informasi yang berkualitas biasanya
diukur dalam tiga dimensi berikut :
1. Dimensi
waktu : informasi harus ada saat dibutuhkan (timeliness), selalu up to date
(currency), disajikan berkali-kali sebanyak dibutuhkan (frequency), dan dapat
menyajikan untuk periode sekarang, masa lalu dan masa datang (time perid)
2. Dimensi
content : Informasi harus bebas dari kesalahan (accuracy), harus berhubungan
dengan kebutuhan penggunanya pada situasi tertentu (relevance), disajikan
secara lengkap (completeness), hanya yang dibutuhkan yang disajikan
(cincisenee), dapat disajikan untuk lengkungan luas maupun terbatas atau
internal/eksternal focus, dapat menunjukan kinerja dengan pengukuran aktivitas
yang telah diselesaikan .
3. Dimensi
bentuk : informasi harus dapat disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti
(clarity), dapat disajikan secara detail atau ringkasan, dapat diatur dalam
urutan tertentu, dapat disajikan secara narrative, dapat disajikan dalam media
cetak.
Jika Manajemen system informasi dapat memenuhi syarat kualitas tersebut di atas, sudah barang tentu akan dapat mengembangkan kelembagaan.
Jika Manajemen system informasi dapat memenuhi syarat kualitas tersebut di atas, sudah barang tentu akan dapat mengembangkan kelembagaan.
D. NILAI PENTING SYSTEM IMFORMASI
MANAJEMEN PENDIDIKAN
Nilai penting system imformasi manajemen pendidikan adalah :
1. Sistem
Informasi yang berbasis computer (computer-based information systems)
memungkinkan pendelegasian kegiatan rutin.
2. Teknologi
informasi memungkinkan pengolahan data secara lebih akurat dan andal.
3. Pembuatan
keputusan akan ditunjang dengan pilihan alternatif yang lebih objektif dengan
data pendukung yang lengkap.
4. Monitoring
dan evaluasi memerlukan penyerapan informasi secara cepat dan efisien.
Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa MSIP sangat berguna dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa MSIP sangat berguna dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
E. FUNGSI SYSTEM IMFORMASI MANAJEMEN
PENDIDIKAN
Fungsi system imformasi manajemen pendidikan :
a.
manajemen data
Fungsi manajemen system informasi dalam konteks manajeman
data menyiratkan suatu kumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara
penggunaannya yang mencakuo lebih jauh dari sekedar penyajian. Keberhasilan
manajemen system informasi dalam kontek menajemn data bergantung pada tiga
faktor utama yaitu keserasian dan mutu data, pengorganisasian data dan tatacara
penggunannnya.
Perkembangan fungsi manajemen system informasi dalam konteks
manajeman data dapat dilihat pada tiga hal pokok yaitu cara pengumpulan dan
pemasukan data, cara penyimpanan dan pengambilan data serta cara penerapan
data. Pengelolaan data Suatu kegiatan yang dilakukan secara professional dan
terpusat, meliputi penyimpanan, penataan, pengolahan dan pemanfaatan
b. Monitoring
Sistem Informasi adalah suatu sistem konseptual yang
memungkinkan manajer untuk mengendalikan dan memonitor system fisik perusahaan
yang digunakan untuk mentrans-form
informasi dalam
pengambilan keputusan adalah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang tidak
ditekankan untuk membuat keputusan, melainkan melengkapi kemampuan untuk meng
asikan sumber daya input menjadi sumber daya output.
c.
pengambilan keputusan.
Manajemen olah informasi yang diperlukan untuk membuat
keputusan. Dengan kata lain, sistem pendukung keputusan membantu manusia dalam
proses membuat keputusan, bukan menggantikan perannya dalam mengambil
keputusan.
Dukungan informasi dalam pengambilan
keputusan meliputi:
a.
Sistem informasi manajemen akan
mendukung pengambilan keputusan pada semua tingkat organisasi.
b.
Sistem informasi manajemen terdiri
dari beberapa orang, komputer program yang saling interaktif
c.
Sistem informasi manajemen yang
menunjang pengambilan keputusan pada lingkungan permasalahan yang terstruktur
maupun yang tidak terstruktur.
F.
TRANSISI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DALAM
DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI
Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah
data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan
seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem
jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang
lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar
data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran
yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah
mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang
kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains,
teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama
antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang
lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar
pikiran.Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam
kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini
dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai
kebutuhan secara elektronik.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai sistem informasi manajemen pendidikan,
dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Sistem adalah kumpulan elemen yang
saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha
mencapai suatu tujuan.
2. Informasi adalah sebuah pernyataan
yang menjelaskan suatu peristiwa (suatu obyek atau kensep) sehingga manusia
dapat membedakan sesuau dengan yang lainnya. Informasi juga merupakan kumpulan
data yang telah diolah, baik bersifat kwalitatif atau kwantitatif dalam
memiliki arti lebih luas.
3. Manajemen adalah merupakan proses
yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
pergerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya.
4. Pendidikan adalah usaha sadar yang
terencana untuk mewujudkan suasana Belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan drinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
5. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi
untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka
mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.
6. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
adalah suatu system yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung
pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan, pergerakan,
pengorganisasia, dan pengendalian) dalam lembaga pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Azhar, Kasim. 1995.
Teori pembuatan keputusan. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.
2. Best, J. Roger. 2000. Market-Based Management, Strategis For Growing Customer Value and Profitability. Second Edition. New York: prentice Hall Inc.
3. Daihani Umar, Dadan. 2001. Komputerisasi Pengambilan Keputusan. Jakarta: Elex Media Komputindo
2. Best, J. Roger. 2000. Market-Based Management, Strategis For Growing Customer Value and Profitability. Second Edition. New York: prentice Hall Inc.
3. Daihani Umar, Dadan. 2001. Komputerisasi Pengambilan Keputusan. Jakarta: Elex Media Komputindo
4. Davis, M. Mark &
Heineke Janette. 2003. Managing Services, Using Technology to Create Value. New
York : McGraw-Hill.
5. Fajar, A. Malik. 2004,
Renungan Hardiknas 2004, Kompas, Mei Halm. 4-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar